Jumat, 26 September 2014

KODE PENYAKIT SISTEM RESPIRASI


Catatan:             Kalau suatu kondisi pernafasan berada pada lebih dari satu tempat dan tidak diindeks secara spesifik, ia harus diklasifikasikan pada situs anatomis yang lebih rendah (misalnya, trakheobronkitis menjadi bronkitis pada J40).
Kecuali:
            Penyakit infeksi dan parasit tertentu (A00-B99)
            Neoplasma (C00-D48)
            Penyakit endokrin, nutrisi dan metabolisme (E00-E90)
            Komplikasi kehamilan, melahirkan dan puerperium (O00-O99)
            Keadaan tertentu yang berawal dari masa perinatal (P00-P96)
            Malformasi, deformasi, dan kelainan kromosom kongenital (Q00-Q99)
            Gejala, tanda, dan hasil klinis dan laboratorium abnormal, NEC (R00-R99)
            Cedera, keracunan dan konsekuensi lain tertentu dari penyebab eksternal (S00-T98)
Bab ini berisi blok-blok berikut:
            J00-J06          Infeksi saluran pernafasan atas akut
            J10-J18          Influenza dan pneumonia
            J20-J22          Infeksi saluran pernafasan bawah akut lainnya
            J30-J39          Penyakit lain pada saluran pernafasan atas
            J40-J47          Penyakit saluran pernafasan bawah kronik
            J60-J70          Penyakit paru-paru akibat agen eksternal
            J80-J84          Penyakit pernafasan lain yang mengenai interstitium
            J85-J86          Kondisi supuratif dan nekrotik saluran pernafasan bawah
            J90-J94          Penyakit-penyakit lain pada pleura
            J95-J99          Penyakit-penyakit lain pada sistem pernafasan
Kategori asterisk untuk bab ini adalah sbb.:
J17*     Pneumonia pada penyakit yang diklasifikasikan di tempat lain [c. e. = classified elsewhere]
J91*     Effusi pleura pada keadaan c. e.
J99*     Kelainan saluran pernafasan pada penyakit c. e.
Infeksi saluran pernafasan atas akut (J00-J06)
Kecuali:      penyakit paru-paru obstruktif kronik dengan eksaserbasi akut NOS (J44.1)
J00       Nasofaringitis akut [common cold]
Coryza (akut), nasal kataralis akut
Nasofaringitis: NOS, infektif NOS
Rhinitis: akut, infektif
Kecuali:      nasofaringitis, kronik (J31.1)
                   faringitis: NOS (J02.9), akut (J02.-), kronik (J31.2)
                   rhinitis: NOS (J31.0), vasomotor (J30.0), alergika (J30.1-J30.4), kronik (J31.0)
                   sore throat: NOS (J02.9), akut (J02.-),, kronik (J31.2)


J01       Sinusitis akut
Termasuk:         abses, empyema, infeksi, radang, atau suppurasi akut,
                   -  pada sinus (aksesorius)(nasalis)
Kecuali:      sinusitis: NOS atau kronik (J32.-)
J01.0    Sinusitis maksillaris akut
            Antritis akut
J01.1    Sinusitis frontalis akut
J01.2    Sinusitis ethmoidalis akut
J01.3    Sinusitis sfenoidalis akut
J01.4    Pansinusitis akut
J01.8    Sinusitis akut lain
            Sinusitis akut yang melibatkan lebih dari satu sinus, tapi bukan pansinusitis
J01.9    Sinusitis akut, tidak dijelaskan
J02       Faringitis akut
Termasuk:  sore throat akut
Kecuali:      abscess: peritonsil (J36), retrofaring (J39.0), faring (J39.1)
                   laringofaringitis akut (J06.0), faringitis kronik (J31.2)
J02.0    Faringitis streptokokus
            Sore throat streptokokus
            Kecuali: scarlet fever (A38)
J02.8    Faringitis akut karena organisme lain yang dijelaskan
            Kecuali:        faringitis herpesvirus [herpes simplex] (B00.2),
                          faringitis vesikularis enterovirus (B08.5)
                          akibat:           mononukleosis infeksiosa (B27.-)
                                               virus influenza: diidentifikasi (J10.1), tak diidentifikasi (J11.1)
J02.9    Faringitis akut, tidak dijelaskan;
            Faringitis (akut): NOS, gangrenosa, infektif NOS, supuratif, ulseratif
            Sore throat (akut) NOS
J03       Tonsillitis akut
Kecuali:      abses peritonsil (J36)
                   sore throat: streptokokus (J02.0), akut (J02.-), NOS (J02.9)
J03.0    Tonsillitis streptokokus
J03.8    Tonsillitis akut karena organisme lain yang dijelaskan
            Kecuali: pharyngotonsillitis herpesvirus [herpes simplex] (B00.2)
J03.9    Tonsillitis akut, tidak dijelaskan
            Tonsillitis (akut) NOS, folikuler, gangrenosa, infektif, ulseratif
J04       Laryngitis dan trakheitis akut
Kecuali: laringitis obstruktif akut dan epiglottitis akut (J05.-), laringismus (stridulus) (J38.5)
J04.0    Laringitis akut;
            Laringitis (akut): NOS, edematosa, subglottis, supuratif, ulseratif
            Kecuali:        laringitis kronik (J37.0)
                          laringitis influenza: virus diidentifikasi (J10.1), tak diidentifikasi (J11.1)
J04.1    Trakheitis akut
            Trakheitis (akut) NOS, kataralis
            Kecuali: trakheitis kronik (J42)
J04.2    Laryingotrakheitis akut
            Laringotrakheitis NOS; trakheitis (akut) dengan laringitis (akut)
            Kecuali: laringotrakheitis kronik (J37.1)
J05       Laringitis obstruksi akut [croup] dan epiglottitis akut
J05.0    Laringitis obstruktif akut [croup]
            Laringitis obstruktif NOS
J05.1    Epiglottitis akut
            Epiglottitis NOS
J06       Infeksi saluran pernafasan atas akut pada situs ganda dan tidak dijelaskan
Kecuali:      akut respiratory infection NOS (J22)
                   virus influenza: diidentifikasi (J10.1), tak diidentifikasi (J11.1)
J06.0    Laringofaringitis akut
J06.8    Infeksi saluran pernafasan atas akut lainnya pada situs ganda
J06.9    Infeksi saluran pernafasan atas akut, tidak dijelaskan
            Penyakit saluran pernafasan atas akut,
            Infeksi saluran pernafasan atas [ISPA] NOS
Influenza dan pneumonia (J10-J18)
J10       Influenza karena virus influenza yang diidentifikasi
Kecuali:      Haemophilus influenzae [H. influenzae]:sebagai penyebab
                          infeksi NOS (A49.2), meningitis (G00.0), pneumonia (J14)
J10.0    Influenza dengan pneumonia, virus diidentifikasi
             (Bronko)pneumonia influenza, virus influenza diidentifikasi
J10.1    Influenza dengan manifestasi pernafasan lain, virus influenza diidentifikasi
            Infeksi saluran pernafasan atas, laringitis, faringitis, dan effusi pleura
                   dengan virus influenza diidentifikasi
J10.8    Influenza dengan manifestasi lainn virus influenza diidentifikasi
            Ensefalopati, gastroenteritis, atau myokarditis (akut) akibat influenza,
                   dengan virus influenza diidentifikasi
J11        Influenza, virus tidak diidentifikasi
Termasuk: influenza atau influenza virus, virus spesifik tidak dinyatakan telah diidentifikasi
Kecuali:      Haemophilus influenzae [H. influenzae] sebagai penyebab:
                          infeksi NOS (A49.2), meningitis (G00.0), pneumonia (J14)
J11.0    Influenza dengan pneumonia, virus tidak diidentifikasi
            (Broncho)pneumonia influenza, tidak dijelaskan atau virus spesifik tidak diidentifikasi
J11.1    Influenza dengan manifestasi pernafasan lain, virus tidak diidentifikasi
            Influenza NOS
            Infeksi saluran pernafasan atas akut, laringitis, faringitis, effusi pleura karena influenza
                   virus tidak diidentifikasi
J11.8    Influenza dengan manifestasi lain, virus tidak diidentifikasi
            Ensefalopati akibat influenza
            Gastroenteritis, miokarditis (akut) akibat influenza, virus tidak diidentifikasi
J12       Pneumonia virus, not elsewhere classified
Termasuk:  bronchopneumonia akibat virus selain virus influenza
Kecuali:      pneumonia pada influenza (J10.0, J11.0),
                   pneumonia: lipoid (J69.1), interstitium NOS (J84.9)
                   pneumonia aspirasi (akibat):
                          NOS (J69.0), makanan dan minuman (J69.-), neonatus (P24.9)
                          anaestesia sewaktu:   persalinan dan melahirkan (O74.0),
                                                            kehamilan (O29.0), nifas (O89.0)
                   pneumonia kongenital (P23.0), pneumonitis rubella kongenital (P35.0)
J12.0    Pneumonia adenovirus
J12.1    Pneumonia virus sinsitium pernafasan (respiratory syncytial virus)
J12.2    Pneumonia virus parainfluenza
J12.8    Pneumonia virus lainnya
J12.9    Pneumonia virus, tidak dijelaskan
J13       Pneumonia akibat Streptococcus pneumoniae
Bronchopneumonia akibat Streptococcus pneumoniae
Kecuali:      pneumonia kongenital akibat S. pneumoniae (P23.6)
                   pneumonia akibat streptokokus lain (J15.3-J15.4)
J14       Pneumonia akibat Haemophilus influenzae
Bronkopneumonia akibat H. influenzae
Kecuali: pneumonia kongenital akibat H. influenzae (P23.6)
J15       Pneumonia bakteri, not elsewhere classified
Termasuk:  bronchopneumonia akibat bakteri selain S. pneumoniae and H. influenzae
Kecuali:      penyakit Legionnaires (A48.1),
                   pneumonia khlamidia (J16.0), pneumonia kongenital (P23.-)
J15.0    Pneumonia akibat Klebsiella pneumoniae
J15.1    Pneumonia akibat Pseudomonas
J15.2    Pneumonia akibat stafilokokus
J15.3    Pneumonia akibat streptokokus, group B
J15.4    Pneumonia akibat streptokokus lain
            Kecuali: pneumonia akibat: streptokokus, group B (J15.3) atau S. pneumoniae (J13)
J15.5    Pneumonia akibat Escherichia coli
J15.6    Pneumonia akibat bakteri Gram negatif lain:
            Pneumonia akibat Serratia marsesens
J15.7    Pneumonia akibat Mycoplasma pneumoniae
J15.8    Penumonia bakteri lainnya
J15.9    Penumonia bakteri, tidak dijelaskan
J16       Penumonia akibat organisme menular lainnya, n e c.
Kecuali:      ornithosis (A70), pneumocystosis (B59)
                   pneumonia: NOS (J18.9), kongenital (P23.-)
J16.0    Pneumonia khlamidia
J16.8    Penumonia akibat organisme menular lainnya yang dijelaskan
J17*     Pneumonia pada penyakit c. e.
J17.0*  Pneumonia pada penyakit bakteri c. e.
            Pneumonia (akibat)(pada):
                   demam tifoid (A01.0†), infeksi salmonella (A02.2†), tularaemia (A21.2†)
                   anthrax (A22.1†), whooping cough (A37.-†)
                   aktinomikosis (A42.0†), nokardiosis (A43.0†), gonorrhoea (A54.8†)
J17.1*  Pneumonia pada penyakit virus c. e.
            Pneumonia pada:
                   varisella (B01.2†), measles (B05.2†), rubella (B06.8†),
                   penyakit cytomegalovirus (B25.0†)
J17.2*  Pneumonia pada penyakit jamur (mycoses)
            Pneumonia pada:
                   kandidiasis (B37.1†), koksidioidomikosis (B38.0-B38.2†)
                   histoplasmosis (B39.-†), aspergillosis (B44.0-B44.1†)

J17.3*  Pneumonia pada penyakit parasit
            Pneumonia pada:
                   toxoplasmosis (B58.3†), skistosomiasis (B65.-†), askariasis (B77.8†)
J17.8*  Pneumonia pada penyakit lain c. e.
            Pneumonia (pada):
            - demam rematik (I00†),
            - spirokhaeta, n. e. c. (A69.8†), ornithosis (A70†), Q fever (A78†)
J18       Pneumonia, organisme tidak dijelaskan
Kecuali:      abses paru-paru dengan pneumonia (J85.1)
                   pneumonitis, due to external agents (J67-J70)
                   kelainan interstitium paru-par akibat drugs (J70.2-J70.4)
                   pneumonia: lipoid (J69.1), interstitium NOS (J84.9), kongenital (P23.9)
                   pneumonia aspirasi (akibat):
                          NOS (J69.0), makanan dan minuman (J69.-), neonatus (P24.9)
                          anaesthesia sewaktu:             persalinan dan melahirkan (O74.0)
                                                            hamil (O29.0), nifas (O89.0)
J18.0    Bronkhopneumonia, tidak dijelaskan
            Kecuali: bronkhiolitis (J21.-)
J18.1    Pneumonia lobus, tidak dijelaskan
J18.2    Pneumonia hipostatik, tidak dijelaskan
J18.8    Pneumonia lain, organism tidak dijelaskan
J18.9    Pneumonia, tidak dijelaskan
Infeksi saluran pernafasan bawah akut lainnya (J20-J22)
Kecuali:      penyakit paru-paru obstruktif kronik dengan:
                   - eksaserbasi akut NOS (J44.1)
                   - infeksi pernafasan bawah (J44.0)
J20       Bronkhitis akut
Termasuk: tracheobronchitis, akut
                   bronchitis:
                          NOS, dengan usia <l5 tahun
                          akut dan subakut (dengan):
                                 bronkhospasme, fibrinosa, membranosa, purulenta, septik, trakheitis
Kecuali:      tracheobronchitis:
                          NOS (J40), kronik (J42), kronik obstruktif (J44.-)
                   bronchitis:
                          NOS, dengan usia ≥ 15 tahun (J40)
                          alergika NOS (J45.0)
                          kronik: simpel (J41.0), mukopurulenta (J41.1), NOS (J42), obstruktif (J44.-)
J20.0    Bronchitis akut akibat Mycoplasma pneumoniae
J20.1    Bronchitis akut akibat Haemophilus influenzae
J20.2    Bronchitis akut akibat streptokokus
J20.3    Bronchitis akut akibat coxsackievirus
J20.4    Bronchitis akut akibat parainfluenza virus
J20.5    Bronchitis akut akibat respiratory syncytial virus
J20.6    Bronchitis akut akibat rhinovirus
J20.7    Bronchitis akut akibat echovirus
J20.8    Bronchitis akut akibat organisme lain yang dijelaskan
J20.9    Bronchitis akut, tidak dijelaskan
J21       Bronkhiolitis akut
Termasuk:  dengan bronkhospasme
J21.0    Bronkhiolitis akut akibat respiratory syncytial virus
J21.8    Bronkhiolitis akut akibat organisme lain yang dijelaskan
J21.9    Bronkhiolitis akut, tidak dijelaskan
            Bronkhiolitis (akut)
J22       Infeksi saluran pernafasan bawah akut yang tidak dijelaskan
Infeksi (saluran) pernafasan (bawah) akut NOS
Kecuali:      infeksi pernafasan atas (akut) (J06.9)
Penyakit lain pada saluran pernafasan atas (J30-J39)
J30       Rhinits vasomotor dan alergi
Termasuk:  rhinorrhoea spasmodik
Kecuali:      rhinitis alergi dengan asma (J45.0), rhinitis NOS (J31.0)
J30.0    Rhinitis vasomotor
J30.1    Rhinitis alergi akibat pollen: alergi pollen, hay fever, pollinosis
            Allergy NOS akibat pollen, pollinosis, hay fever
J30.2    Rhinitis alergi musiman lainnya
J30.3    Rhinitis alergi lain
            Phinitis alergika perennial [berlangsung terus menerus bertahun-tahun]
J30.4    Rhinitis alergi, tidak dijelaskan
J31       Rhinitis, nasofaringitis, dan faringitis kronik
J31.0    Rhinitis kronik
            Ozena
            Rhinitis (kronik):
                   NOS, atrofik, granulomatosa, hipertrofik, obstruktif, purulenta, ulseratif
            Kecuali: rhinitis: vasomotor (J30.0), alergika (J30.1-J30.4)
J31.1    Nasofaringitis kronik
            Kecuali: nasofaringitis akut atau NOS (J00)
J31.2    Faringitis kronik
            Sore throat kronik
            Faringitis (kronik): atrofik, granular, hipertrofik
            Kecuali: faringitis, akut atau NOS (J02.9)
J32       Sinusitis kronik
Termasuk:  abses, empyema, infeksi, atau suppurasi kronik pada sinus (aksesorius)(nasal)
Kecuali:      sinusitis akut (J01.-)
J32.0    Sinusitis maksillaris kronik, antritis kronik
            Antritis (kronik), sinusitis maxillaris NOS
J32.1    Sinusitis frontalis kronik
            Sinusitis frontalis NOS
J32.2    Sinusitis ethmoidalis kronik
            Sinusitis ethmoidalis NOS
J32.3    Sinusitis sfenoidalis kronik
            Sinusitis sfenoidalis NOS
J32.4    Sinusitis kronik
            Pansinusitis NOS
J32.8    Sinusitis kronik lainnya
            Sinusitis (kronik) yang melibatkan > 1 sinus tapi bukan pansinusitis
J32.9    Sinusitis kronik, tidak dijelaskan
            Sinusitis (kronik) NOS
J33       Polip nasi
Kecuali:      polip adenomatosa (D14.0)
J33.0    Polip rongga hidung
            Polip: khoana, nasofaring
J33.1    Degenerasi sinus polipoid - sindroma atau ethmoiditis Woakes
            Sindroma atau ethmoiditis Woakes
J33.8    Polip sinus lainnya
            Polip sinus: aksesorius, ethmoidalis, maxillaris, sfenoidalis
J33.9    Polip nasi, tidak dijelaskan
J34       Kelainan lain pada hidung dan sinus hidung
Kecuali:      varicose ulcer pada septum nasi (I86.8)
J34.0    Abses, furunkel dan karbunkel hidung
            Sellulitis, nekrosis, atau ulserasi pada hidung
J34.1    Kista dan mukokel pada hidung dan sinus hidung
J34.2    Deviasi septum hidung
            Defleksi atau deviasi septum (nasi)(didapat)
J34.3    Hipertrofi  turbin hidung [conchae nasalis]
J34.8    Kelainan hidung dan sinus hidung lain yang dijelaskan
            Perforasi septum nasi NOS, rhinolith
J35       Penyakit kronik tonsil dan adenoid
J35.0    Tonsillitis kronik
            Kecuali: tonsillitis: NOS (J03.9), akut (J03.-)
J35.1    Hipertrofi tonsil
            Pembesaran tonsil
J35.2    Hipertrofi adenoid
            Pembesaran adenoid
J35.3    Hipertrofi tonsil dengan hipertrofi adenoid
J35.8    Penyakit kronik lain tonsil dan adenoid
            Vegetasi adenoid, amigdalolith, sikatriks tonsil, tonsillar tag, ulkus tonsil
J35.9    Penyakit kronik tonsil dan adenoid, tidak dijelaskan
            Penyakit (kronik) tonsil dan adenoid NOS
J36       Abses peritonsil
Abses tonsil, selulitis peritonsil, Quinsy
Kecuali:      abses retrofaring (J39.0)
                   tonsillitis: NOS (J03.9), akut (J03.-), kronik (J35.0)
J37       Laringitis dan laringotrakheitis kronik
J37.0    Laringitis kronik
            Laringitis kataralis, hipertrofik, sicca (kering)
            Kecuali: laryngitis: NOS (J04.0), akut (J04.0), obstruktif (akut) (J05.0)
J37.1    Laringitis Laringotrakheitis kronik
            Laringitis, kronik, dengan trakheitis (kronik)
            Tracheitis, kronik, dengan laringitis
            Kecuali: laringotrakheitis: NOS (J04.2), akut (J04.2)
                          tracheitis: NOS (J04.1), akut (J04.1), kronik (J42)
J38       Penyakit pita suara dan larings, n.e.c.
Kecuali:      laringitis: obstruktif (akut) (J05.0), ulseratif (J04.0)
                   stenosis subglottis pascaprosedur (J95.5), stridor laring kongenital (Q31.4)
                   stridor (R06.1)
J38.0    Paralisis pita suara dan laring
            Laringoplegia, paralisis glottis
J38.1    Polip pita suara dan larings
            Kecuali: polip adenomatosa (D14.1)
J38.2    Nodul pita suara
            Chorditis (fibrinosa)(nodosa)(tuberosa), singer's nodes, teacher's nodes
J38.3    Penyakit lain pita suara
            Abses, sellulitis, granuloma, leukokeratosis, atau leukoplakia pada pita suara
J38.4    Oedema larings:
            Oedema (pada): glottis, subglottis, supraglottis
            Kecuali: laringitis: oedematosa (J04.0), obstruktif akut [croup] (J05.0)
J38.5    Spasme larings
            Laringismus (stridulus)
J38.6    Stenosis larings
J38.7    Penyakit lain pada larings
            Abses, sellulitis, penyakit NOS, nekrosis, pakiderma, perikondritis, atau ulkus larings
J39       Penyakit lain pada saluran pernafasan atas
Kecuali:      infeksi pernafasan akut: NOS (J22), atas (J06.9)
                   radang pernafasan atas akibat zat kimiawi, gas, asap dan uap (J68.2)
J39.0    Abses retrofarings dan parafarings
            Abses perifarings
            Kecuali: abses peritonsiler (J36)
J39.1    Abses lain pada farings
            Sellulitis farings, abses nasofarings
J39.2    Penyakit lain pada farings
            Kista dan edema pada farings atau nasofarings
            Kecuali: faringitis: ulseratif (J02.9), kronik (J31.2)
J39.3    Reaksi hipersensitif saluran pernafasan atas, situs tidak dijelaskan
J39.8    Penyakit lain yang dijelaskan pada saluran pernafasan atas
J39.9    Penyakit saluran pernafasan atas, tidak dijelaskan
Penyakit pernafasan bawah kronik (J40-J47)
Kecuali:      cystic fibrosis (E84.-)
J40       Bronkitis, tidak dijelaskan akut atau kronik
Catatan:      Bronkitis yang tidak dijelaskan akut atau kronik pada usia <15 tahun dianggap sebagai akut sehingga diklasifikasikan pada J20.
Bronkitis: NOS, kataralis, dengan trakeitis NOS
Trakeobronkitis NOS
Kecuali:      Bronkitis: allergi NOS (J45.0). asmatika NOS (J45.9). kimiawi (akut) (J68.0)
J41       Bronkitis kronik sederhana dan mukopurulenta
Kecuali:      bronkitis kronik: NOS (J42). obstruktif (J44.-)
J41.0    Bronkitis kronik sederhana
J41.1    Bronkitis kronik purulenta
J41.8    Bronkitis kronik campuran sederhana dan purulenta
J42       Bronkitis kronik yang tidak dijelaskan
Bronkitis kronik:NOS, trakeitis kronik, trakeobronkitis kronik
Kecuali:      bronkitis kronik sederhana dan mukopurulenta (J41.-)
                   bronkitis kronik dengan obstruksi jalan nafas (J44.-),
                   bronkitis asmatika kronik (J44.-), bronkitis emfisematosa kronik (J44.-)
                   penyakit paru-paru obstruktif kronik NOS (J44.9)
J43       Emfisema
Kecuali:      bronkitis emfisematosa (obstruktif) (J44.-)
                   emfisema:
                           dengan bronkitis (obstruktif) kronik (J44.-)
                          akibat penghirupan zat kimiawi, gas, asap dan uap (J68.4)
                          mediastinum (J98.2), interstitium (J98.2), kompensasi (J98.3)
                          interstitium pada neonatus (P25.0)
                          subkutis traumatika (T79.7), bedah (subkutis) (T81.8)
J43.0    Sindroma MacLeod
            Emfisema atau transparensi paru unilateral
J43.1    Emfisema panlobular
            Emfisema panasinus
J43.2    Emfisema sentrilobularis
J43.8    Emfisema lain
J43.9    Emfisema, tidak dijelaskan
            Emfisema (lung)(pulmonary): NOS, bullosa, vesikuler
            Emphysematous bleb
J44       Penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK) Lainnya
Termasuk:
                   bronkitis kronik:
                          asmatika (obstruktif), emfisematosa
                          dengan: obstruksi jalan nafas, emfisema
                   asma, bronkitis, atau trakeobronkitis yang obstruktif kronik
Kecuali:
                   bronkitis kronik: simple and mucopurulent (J41.-), NOS (J42)
                   trakheitis kronik (J42), trakheobronkhitis kronik (J42)
                   emfisema (J43.-), asma (J45.-), bronkitis asmatika NOS (J45.9)
                   bronkhiektasis (J47),        penyakit paru-paru akibat agen eksternal (J60-J70)
J44.0    PPOK dengan infeksi saluran pernafasan bawah akut
            Kecuali: dengan influenza (J10-J11)
J44.1    PPOK dengan eksaserbasi akut, tidak dijelaskan
J44.8    PPOK lain yang dijelaskan:
            Bronkitis kronik: asmatika NOS, emfisematosa NOS,. obstruktif NOS
J44.9    PPOK yang tidak dijelaskan:
            Penyakit obstruksi kronik saluran udara NOS,
            Penyakit paru-paru obstruksi kronik NOS
J45       Asma
Kecuali:      asma akut berat (J46), status asthmaticus (J46)
                   bronkitis (obstruktif) asmatika kronik (J44.-), asma obstruktif kronik (J44.-)
                   penyakit paru-paru akibat agen eksternal (J60-J70), asma eosinofilik (J82)
J45.0    Asma dengan alergi menonjol
            Bronkitis alergi NOS, rhinitis alergi dengan asma
            Asma atopik, asma alergi ekstrinsik, hay fever dengan asma
J45.1    Asma non-allergi
            Asma idiosinkratik, asma intrinsik non-alergi
J45.8    Asma campuran
            Kombinasi kondisi pada J45.0 dan J45.1
J45.9    Asma, tidak dijelaskan
            Bronkitis asmatika NOS, ‘late onset’ asthma
J46       Status asthmaticus
            Asma berat akut
J47       Bronchiektasis
Bronchiolektasis
Kecuali:      bronkiektasis  TB (penyakit sekarang) (A15-A16)
                   bronkiektasis kongenital (Q33.4)
Penyakit paru-paru akibat agen eksternal (J60-J70)
Kecuali:      asma yang diklasifikasikan pada J45
J60       Coalworker's pneumoconiosis
Anthrakosilikosis, anthrakosis, paru-paru coalworker (pekerja tambang batubara)
Kecuali:      dengan tuberkulosis (J65)
J61       Pneumokoniosis akibat asbestos dan serat mineral lainnya
Asbestosis
Kecuali:      plak pleura: dengan asbestosis(J92.0), dengan TB (J65)
J62       Pneumokoniosis akibat debu yang mengandung silika
Termasuk: Fibrosis (massif) silikotik paru-paru
Kecuali:      Pneumokoniosis dengan TB (J65)
J62.0    Pneumokoniosis akibat debu talkum
J62.8    Pneumokoniosis akibat debu lain yang mengandung silika
            Silikosis NOS
J63       Pneumokoniosis akibat debu inorganik lainnya
Kecuali:      dengan TB (J65)
J63.0    Aluminosis (paru-paru)
J63.1    Fibrosis bauksit (paru-paru)
J63.2    Berylliosis
J63.3    Fibrosis grafit (paru-paru)
J63.4    Siderosis
J63.5    Stannosis
J63.8    Pneumokoniosis akibat debu inorganik lain yang dijelaskan
J64       Pneumokoniosis yang tidak dijelaskan
Kecuali:      dengan tuberkulosis (J65)
J65       Pneumokoniosis yang berhubungan dengan tuberkulosis
Setiap kondisi pada J60-J64 dengan semua jenis TB yang ada pada A15-A16
J66       Penyakit jalan nafas akibat debu organik spesifik
Kecuali:      pneumonitis hipersensitif akibat debu organik (J67.-)
                   farmer’s lung (J67.0); bagassosis (J67.1)
                   sindroma disfungsi jalan nafas reaktif (J68.3)
J66.0    Byssinosis:    [penyakit jalan nafas akibat debu kapas]
J66.1    Flax-dresser's disease – [bronkokonstriksi pada pengguna benang tenun]
J66.2    Cannabinosis [bronkokonstriksi akibat serat Cannabis sp (hemp)]
J66.8    Penyakit jalan nafas akibat debu organik spesifik lainnya
J67       Pneumonitis hipersensitif akibat debu organik
Termasuk:  alveolitis and pneumonitis allergi akibat terhirupnya debu organik dan partikel jamur, aktinomises atau dari sumber lain.
Kecuali:      pneumonitis akibat menghirup zat kimia, gas, asap atau uap (J68.0)
J67.0    Farmer's lung [akibat jamur jerami]
            Harvester's lung, haymaker's lung, penyakit mouldy hay
J67.1    Bagassosis [akibat serat tebu]
            Penyakit atau pneumonitis bagasse
J67.2    Bird fancier's lung [akibat kotoran burung]
            Penyakit atau paru-paru penggemar budgerigar atau pigeon
J67.3    Suberosis [akibat kulit kayu oak]
            Penyakit atau paru-paru corkhandler atau corkworker (pembuat sumbat botol)
J67.4    Maltworker's lung [akibat jamur ragi]
            Alveolitis akibat Aspergillus clavatus
J67.5    Mushroom-worker's lung – pada pekerja cendawan
J67.6    Maple-bark-stripper's lung
            Alveolitis akibat Cryptostroma corticale, Cryptostromosis
J67.7    Air-conditioner and humidifier lung
            Alveolitis allergi akibat jamur, aktinomiseta termofilik dan organisme lain yang hidup pada sistem-sistem ventilasi (air-conditioning)
J67.8    Pneumonitis hipersensitif akibat debu organik lainnya
            Cheese-washer's, coffee-worker's, fishmeal-worker's, dan furrier's lung; sequoiosis
J67.9    Pneumonitis hipersensitif akibat debu organik yang tidak dijelaskan
            Alveolitis alergi (ekstrinsik) NOS, pneumonitis hipersensisitf NOS.
J68       Kondisi pernafasan akibat menghirup zat kimia, gas, asap dan uap
[Keadaan ini karena paru-paru terpapar pada gas atau zat kimia lain yang mengiritasi, baik akut atau kronik. Penyakit yang timbul bervariasi menurut jenis paparan dan zatnya.]
J68.0    Bronkitis and pneumonitis akibat zat kimia, gas, asap dan uap
            Bronkitis kimiawi (akut)
J68.1    Edema paru-paru akut akibat zat kimia, gas, asap dan uap
            Edema paru-paru kimiawi (akut)
J68.2    Radang saluran pernafasan atas akibat zat kimia, gas, asap dan uap, n.e.c.
J68.3    Kondisi pernafasan akut dan subakut lain akibat zat kimia, gas, asap dan uap
            Sindroma gangguan fungsi jalan nafas reaktif
J68.4    Kondisi pernafasan kronik akibat zat kimia, gas, asap dan uap
            Emfisema (diffusa) (kronik); bronkiolitis (kronik) (subakut), atau fibrosis paru-paru (kronik), akibat inhalasi zat kimia, gas, asap dan uap
J68.8    Kondisi pernafasan lain akibat zat kimia, gas, asap dan uap
J68.9    Kondisi pernafasan yang tidak dijelaskan akibat zat kimia, gas, asap dan uap
J69       Pneumonitis akibat benda padat dan cairan
Kecuali:      sindroma aspirasi neonatus (P24.-)
J69.0    Pneumonitis akibat makanan dan muntahan
            Pneumonia aspirasi (akibat):
                   NOS, makanan (regurgitasi), sekresi lambung, susu, muntahan
            Kecuali: sindroma Mendelson (J95.4)

J69.1    Pneumonitis akibat oils and essences:
            Pneumonia lipid
J69.8    Pneumonitis akibat benda padat dan cairan lainnya
            Pneumonitis akibat aspirasi darah
J70       Kondisi pernafasan akibat agen eksternal lainnya
J70.0    Manifestasi paru-paru akut akibat radiasi
            Penumonitis radiasi
J70.1    Manifestasi paru-paru kronik dan lainnya akibat radiasi
            Fibrosis paru-paru setelah radiasi
J70.2    Kelainan intersititium paru-paru akut akibat drugs
J70.3    Kelainan intersititium paru-paru kronik akibat drugs
J70.4    Kelainan intersititium paru-paru yang tidak dijelaskan, akibat drugs
J70.8    Kondisi pernafasan akibat agen eksternal lain yang dijelaskan
J70.9    Kondisi pernafasan akibat agen eksternal lain yang tidak dijelaskan
Penyakit pernafasan lain yang mengenai interstitium (J80-J84)
J80       Adult respiratory distress syndrome [ARDS]
Adult hyaline membrane disease
J81       Pulmonary oedema
Edema akut paru-paru, kongesti (pasif) paru-paru.
Kecuali:      pneumonia hipostatik (J18.2)
                   edema paru:         dengan sakit jantung NOS atau gagal jantung (I50.1)
                                               akibat zat eksternal (J60-J70);: kimiawi (akut) (J68.1)
J82       Pulmonary eosinophilia, not elsewhere classified
Asma eosinophilia; pneumonia Löffler; eosinofilia (paru-paru) tropis NOS
Kecuali:      akibat:   aspergillosis (B44.-), infeksi parasit yang dijelaskan (B50-B83)
                                 drugs (J70.2-J70.4), kelainan jaringan ikat sistemik (M30-M36)
J84       Penyakit interstitium paru-paru lainnya
Kecuali:      pneumonitis limfoid interstitium akibat penyakit HIV (B22.1)
                   penyakit paru-paru akibat benda asing (J60-J70))
                   kelainan insterstitium paru-paru akibat obat-obatan (J70.2-J70.4)
                   emfisema intersitium (J98.2)
J84.0    Kondisi alveolus dan parieto-alveolaris
            Proteinosis alveolaris, mikrolithiasis alveoli paru-paru
J84.1    Penyakit interstitium lain paru-paru dengan fibrosis
            Sindroma Hamman-Rich, alveolitis fibrosa (kriptogenik)
            Fibrosis idiopatik paru-paru, fibrosis diffusa paru-paru
            Kecuali:        fibrosis (kronik) akibat menghirup zat kimia, gas, asap dan uap (J68.4)
                          fibrosis (kronik) setelah radiasi (J70.1)
J84.8    Penyakit lain yang dijelaskan pada intersititum paru-paru
J84.9    Penyakit intersititum paru-paru, tidak dijelaskan
            Pneumonia intersititum NOS
Kondisi supuratif dan nekrotik saluran pernafasan bawah (J85-J86)
J85       Abses paru-paru dan mediastinum
J85.0    Gangren dan nekrosis paru-paru

J85.1    Abses paru-paru dengan pneumonia
            Kecuali: dengan pneumonia akibat organisme yang dijelaskan (J10-J16)
J85.2    Abses paru-paru tanpa pneumonia;
            Abses paru-paru NOS
J85.3    Abses mediastinum
J86       Pyothoraks
Termasuk:  abses pleura atau toraks, empyema, pyopneumotoraks:
Kecuali:      akibat tuberkulosis (A15-A16)
J86.0    Pyothoraks dengan fistula
J86.9    Pyothoraks tanpa fistula

Penyakit-penyakit lain pada pleura (J90-J94)

J90       Effusi pleura, not elsewhere classified
Pleurisi dengan effusi
Kecuali:      pleurisy TB (A15-A16)
                   effusi (pleura) berisi cairan limfe (J94.0);
                   pleurisy NOS (R09.1),
J91*     Effusi pleura pada kondisi yang diklasifikasikan di tempat lain
J92       Pleural plaque
Termasuk:  penebalan pleura
J92.0    Plak pleura dengan terdapatnya asbestos
J92.9    Plak pleura tanpa asbestos
            Plak pleura NOS
J93       Pneumothoraks
Kecuali:      pyopneumothoraks (J86.-)
                   pneumotoraks:     TB (A15-A16), kongenital atau perinatal (P25.1),
                                               traumatika (S27.0),
J93.0    Spontaneous tension pneumothorax [pneumothoraks tekanan spontan]
J93.1    Pneumothoraks spontan lainnya
J93.8    Pneumothoraks lain
J93.9    Pneumothoraks, tidak dijelaskan
J94       Kondisi lainnya pada pleura
Kecuali:      Kondisi-kondisi pleura pada TB (A15-A16), pleurisy NOS (R09.1)
                   haemopneumothorax traumatika (S27.2), haemothorax traumatika (S27.1)
J94.0    Chylous effusion;
            Chyliform effusion [effusi berisi cairan limfe]
J94.1    Fibrothorax
J94.2    Haemothorax
            Haemopneumothorax
J94.8    Kondisi lain yang dijelaskan pada pleura
            Hydrothorax
J94.9    Kondisi pleura, tidak dijelaskan
Penyakit-penyakit lain pada sistem pernafasan (J95-J99)
J95       Kelainan respirasi pasca-prosedur, not elsewhere classified
Kecuali:      manifestasi pada paru-paru akibat radiasi (J70.0-J70.1)
                   emfisema (subkutis) akibat suatu prosedur (T81.8)
J95.0    Malfungsi trakheostomi
            Obstruksi saluran udara trakheostomi,
            Perdarahan dari stoma trakheostomi,
            Sepsis pada stoma trakheostomi,
            Fistula tracheo-oesophagus menyusul trakheostomi
J95.1    Insuffisiensi paru-paru akut menyusul bedah thoraks
J95.2    Insuffisiensi paru-paru akut menyusul bedah non-thoras
J95.3    Insuffisiensi paru-paru kronik menyusul pembedahan
J95.4    Sindroma Mendelson [pneumonitis asam menyusul aspirasi asam lambung]
            Kecuali: komplikasi:
                                  kehamilan (O29.0), persalinan dan melahirkan (O74.0), nifas (O89.0)
J95.5    Stenosis subglottis pasca-prosedur
J95.8    Kelainan pernafasan pasca-prosedur lainnya
J95.9    Kelainan pernafasan pasca-prosedur, tidak dijelaskan
J96       Kegagalan pernafasan, not elsewhere classified
Kecuali:      kegagalan pernafasan pasca prosedur (J95.-)
                   respiratory distress syndrome: dewasa (J80), bayi baru lahir (P22.0)
                   kegagalan kardio-respirasi, respiratory arrest (R09.2)
J96.0    Kegagalan pernafasan akut
J96.1    Kegagalan pernafasan kronik
J96.9    Kegagalan pernafasan, tidak dijelaskan
J98       Kelainan pernafasan lainnya
Kecuali:      apnea NOS (R06.8), apnea tidur (G47.3),
                   apnea waku tidur pada neonatus (P28.3), apnea neonatus (P28.4)
J98.0    Penyakit-penyakit bronkus, not elsewhere classified
            Kolaps atau diskinesia trakeobronkus, bronkolitiasis
J98.1    Kolaps paru-paru
            Atelektasis, kolaps paru-paru
            Kecuali: atelectasis (pada): TB (sekarang) (A15-A16), newborn (P28.0-P28.1)
J98.2    Emfisema interstitium
            Emfisema mediastinum
            Kecuali: emfisema:
                                 NOS (J43.9), pada janin dan neonatus (P25.0)
                                 pembedahan (subkutis) (T81.8), subkutis traumatika (T79.7)
J98.3    Emfisema kompensasi
J98.4    Kelainan lain paru-paru
            Pulmolithiasis, kalsifikasi paru-paru,
            Penyakit kistik paru-paru (didapat), penyakit paru-paru NOS
J98.5    Penyakit mediastinum, not elsewhere classified
            Fibrosis, hernia, atau retraksi mediastinum
            Mediastinitis
            Kecuali: abses mediastinum (J85.3)
J98.6    Kelainan diaphragma
            Diafragmatitis, paralisis diafragma, relaksasi diafragma
            Kecuali:        hernia diafragmatika (K44.-), hernia diafragmatika kongenital (Q79.0)
                                 malformasi kongenital diafragma NEC (Q79.1)
J98.8    Kelainan pernafasan lain yang dijelaskan
J98.9    Kelainan pernafasan, tidak dijelaskan
            Penyakit pernafasan (kronik) NOS
J99*     Kelainan pernafasan pada penyakit c. e.
J99.0*  Penyakit paru-paru rheumatoid (M05.1†)
J99.1*  Kelainan pernafasan pada kelainan jaringan ikat diffusa lainnya
            Kelainan pernafasan pada:
                   granulomatosis Wegener (M31.3†), systemic lupus erythematosus (M32.1†)
                   dermatomyositis (M33.0-M33.1†), polymyositis (M33.2†)
                   systemic sclerosis (M34.8†), sicca syndrome [Sjögren] (M35.0†)
J99.8*  Kelainan pernafasan pada penyakit lain yang diklasifikasikan di tempat lain
            Kelainan pernafasan pada:
                   amoebiasis (A06.5†), syphilis (A52.7†), sporotrichosis (B42.0†)
                   cryoglobulinaemia (D89.1†), ankylosing spondylitis (M45†)